BEI Yakin Bom Surabaya Tak Pengaruhi Pasar Modal

BEI Yakin Bom Surabaya Tak Pengaruhi Pasar Modal

Bursa Efek Indonesia (BEI) yakin aksi teror bom tiga gereja di Surabaya 13 Mei 2018 tidak akan berpengaruh besar di pasar modal. Keyakinan ini dilandasi pengalaman saat terjadi bom Thamrin pada 14 Januari 2016 lalu.

Demikian diungkapkan Direktur Utama BEI Tito Sulistio dalam siaran pers BEI.

Menurut BEI, secara fundamental Perusahaan Tercatat yang tergabung dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid, dengan rata-rata pendapatan meningkat 15,96 persen dan laba bersih meningkat 11,68 persen pada kuartal 1 2018, dibandingkan kuartal 1 2017.

LQ45 adalah indeks pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdiri dari 45 perusahaan yang memenuhi kriteria termasuk dalam top 60 perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam 1-2 bulan terakhir, termasuk dalam top 60 perusahaan dengan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler dalam 12 bulan terakhir, telah tercatat di BEI minimal 3 bulan, dan memiliki kondisi keuangan, prospek pertumbuhan dan nilai transaksi yang tinggi.

Kondisi pasar juga cukup stabil, yang ditunjukkan dengan likuiditas transaksi yang tinggi dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp8,87 triliun, naik 16,7 persen dibandingkan 2017, dan frekuensi harian sebesar 387 ribu, meningkat 23,7 persen dibandingkan 2017.

Tito mengimbau investor dan seluruh pelaku pasar modal tidak bereaksi berlebihan dan tetap optimis terhadap stabilitas keamanan nasional.

Selain itu, BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian teror akhir-akhir ini, termasuk bom Surabaya yang menelan korban jiwa dan korban luka-luka.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini,” tegas Tito.

Sebagai wujud keprihatinan dan ketegaran atas tragedi di Surabaya, BEI meminta seluruh SRO dan anak perusahaan mengenakan pakaian putih dengan pita hitam di lengan kanan mulai Senin (14/5) sampai dengan Rabu (16/5).

Imbauan serupa dilayangkan pada Perusahaan Tercatat dan Anggota Bursa.(***/dixie)