Jempol, Tambrauw Kini Punya UPTD Penyu Belimbing

Jeen Womom, alias Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) adalah sejenis penyu raksasa dan satu-satunya jenis dari suku Dermochelyidae yang masih hidup. Penyu ini merupakan penyu terbesar di dunia dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya.
Jeen Womom, alias Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) adalah sejenis penyu raksasa dan satu-satunya jenis dari suku Dermochelyidae yang masih hidup. Penyu ini merupakan penyu terbesar di dunia dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya.

Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat mendirikan UPTD Penyu Belimbing di Pantai Distrik Werur, Kabupaten Tambrauw tahun ini.

Sebelumnya. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan wilayah pesisir itu sebagai taman pesisir perairan Jeen Womom, bahasa setempat yang artinya Penyu Belimbing dalam bahasa Indonesia.

“Pesisir itu menjadi tempat bertelurnya penyu belimbing. Sebelumnya sudah dibentuk, tapi berdasarkan UU 23/2014, urusan kelautan diambil alih provinsi, sehingga kami membentuk UPTD tersebut di dukung kemerintah Kabupaten,” ujar Bastian Wanma, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, DKP Papua Barat, Senin (12/2).

Taman pesisir itu menjadi tempat bertelurnya hewan yang kian langka itu. Berdasarkan riset dan penelitian, penyu belimbing yang bertelur di daerah itu bisa mencari makan sampai di California, Amerika Serikat.

“Ada alat yang dipasang di tubuh penyu. Mereka bisa terdeteksi saat mengarungi lautan Pasifik. Penyu itu akan kembali bertelur di pantai tersebut. Ini akan terjadi sama ketika telur itu menetas dan berkembang menjadi induk,” jelasnya.
Penelitian lebih lanjut tentang penyu ini akan dilakukan dalam sebuah lokakarya di Jepang 17-22 Maret mendatang, yang akan diikuti peneliti dari Unipa dan WWF.(njo)