Data Terbaru, 72 Anak Meninggal Akibat Campak dan Gizi Buruk di Asmat

Bupati Kabupaten Asmat, Elisa Kambu, beberapa waktu lalu resmi mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat.

Walaupun sudah dicabut, namun upaya tim terpadu sampai saat ini masih terus melakukan program lanjutan.

Elisa Kambu saat memimpin rapat evaluasi lanjutan Satgas Terpadu di Aula Woouru Cem, Kesbangpol Asmat, Minggu (11/2) malam meminta agar Dinas Sosial Asmat fokus untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat di luar pasien dan keluarga pasien.

Hal ini karena saat ini masih banyak bantuan yang masih menumpuk.

“Bantuan segera disalurkan, tidak hanya untuk pasien dan keluarga tapi bantuan harus disalurkan kepada masyarakat lain khususnya anak anak, balita dan ibu hamil,” ungkap Kambu dalam keterangan pers yang diterima Papuakini.co.

Rapat tim terpadu pasca pencabutan KLB Asmat, Minggu (11/2) (ist)
Rapat tim terpadu pasca pencabutan KLB Asmat, Minggu (11/2) (ist)

Sementara, data dari tim terpadu menunjukkan, sejak September 2017 sampai 11 Februari 2018, tercatat 72 anak meninggal dunia akibat gizi buruk dan campak.

Kampung yang sudah terlayani pelayanan medis berjumlah 224 kampung, dengan anak yang sudah divaksin berjumlah 17761 anak.

Untuk pasien yang campak yang sudah terlayani medis berjumlah 651 jiwa, gizi buruk 228 jiwa dan komplikasi campak dan gizi buruk berjumlah 11 jiwa.(wawi)