PPTK Bilang Volume Pekerjaan Sirkuit Masni Sudah Tuntas

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek pembangunan sirkuit motor prix di jalur 13, Kampung Bowi Subur, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, La Irama, mengatakan  secara volume pekerjaan sudah tuntas.

“Tinggal pekerjaan pembangunan pagar sirkuit saja yang masih dalam pengerjaan dan dipastikan tuntas dalam waktu dekat,” ujarnya pada pekerja pers, Sabtu (13/1).

“Kemarin saya sudah naik ke lokasi dan cek. Pekerjaannya sudah hampir selesai,” tambah PPTK  di Dinas Kepemudaan dan Olahraga Papua Barat itu.

Terkait foto di media massa yang tampak ada beberapa bagian bangunan yang sebatas pondasi, kata dia, volume pekerjaannya memang hanya sampai di situ karena sudah di CCO/tambah kurang pekerjaan.

Hal itu diakibatkan adanya perubahan design, penambahan galian pondasi karena terdapat tanah berlumpur serta ada bidang tanah yang mengenai jalur sungai.

“Tampak pada foto yang hanya pondasi, itu memang sudah CCO. Memang ada aturan seperti itu. Tidak bisa ditambah lagi volume pekerjaannya. Ada bidang yang tanah lumpurnya sangat dalam sehingga galian pondasinya harus satu meter,” ujarnya.

Untuk land clearing pun sudah selesai dengan melakukan penimbunan secara menyeluruh di lahan sirkuit yang disesuaikan dengan anggaran.

Sedangkan untuk pembangunan lintasan sirkuit, kata La Irama, secara volume juga sudah selesai. Namun, secara fisik memang bagi masyarakat awam, pasti mengatakan belum selesai.

Kata dia, itu diakibatkan konstruksi tanah yang labil. Sehingga dilakukan pengalihan pekerjaan yang semula untuk membangun lintasan, dialihkan untuk melakukan penimbunan tambahan dengan bebatuan khusus untuk menambah ketinggian timbunan.

“Tanah lahan itu tanah labil, maka volume penimbunan untuk lintasan menggunakan batu pilihan dan dijadikan timbunan secara keseluruhan. Jika tidak, atau dipaksakan dengan melakukan pengaspalan pada timbunan yang ada, maka tanah akan ambruk dan justru kerugian akan lebih besar,” ungkapnya.

Itulah yang menurutnya, secara volume pembangunan sudah selesai.

“Untuk lahan saat ini sudah cukup kuat karena penimbunan dengan bebatuan khusus sudah dilakukan dari pengalihan pekerjaan itu. Nanti lanjutan untuk pembangunan lintasan akan dilakukan pembangunan tahap II, namun akan disesuaikan dengan keuangan daerah tahun 2018 ini. Kalau memungkinkan dianggarkan, maka bisa dibangun lintasannya tahun ini,” tandasnya.(njo)