‘Nabi Nuh’ Tanaman Kunjungi Papua Barat

Joseph Simcox (kedua kanan), Patrick Simcox (kanan), warga Jepang yang turut dalam ekspedisi ke Manokwari, dan tim papuakini.co Mercys C Loho.
Joseph Simcox (kedua kanan), Patrick Simcox (kanan), warga Jepang yang turut dalam ekspedisi ke Manokwari, dan tim papuakini.co Mercys C Loho.

Nabi Nuh dalam kita suci disebutkan diperintahkan Tuhan untuk mengumpulkan ribuan pasangan binatang, karena Tuhan akan membinasakan dunia dengan banjir bandang akibat ulah manusia yang semakin jauh dari-Nya.

Sosok seperti Nabi Nuh itu kini sedang berada di Manokwari. Dia adalah Joseph Simcox dari Amerika Serikat. Bedanya, dia mengumpulkan tanaman pangan.

Dia dikenal dunia sebagai botanical explorer yang mencari, memakan, mengidentifikasi, dan mengumpulkan tanaman pangan lokal dan bibitnya dari seantero dunia.

Dia sudah mengunjungi tak kurang dari 102 negara dan kawasan, termasuk gurun pasir, untuk mengumpulkan tanaman pangan lokal.

Dia dan adiknya, Patrick, kini berada di Manokwari, Papua Barat, untuk meneliti tanaman lokal Papua Barat. Dia akan mengunjungi kawasan Pegunungan Arfak, Senin (11/12).

Sebelumnya, dia mendatangi pasar tradisional di Manokwari. Dia membeli sejumlah tanaman pangan lokal seperti Sayur Lilin dan buah merah.

Menurutnya, tanaman pangan lokal bisa menjadi jawaban bagi kebutuhan pangan yang semakin lama semakin meningkat, seiring dengan bertambahnya populasi dunia dibarengi dengan semakin menyusutnya sumberdaya alam.

Ironisnya, tanaman pangan lokal tersebut semakin terpinggirkan di, boleh dikata, seluruh belahan dunia.

Di Manokwari, misalnya, lebih mudah menemukan tanaman pangan impor dari luar negeri, atau luar daerah, ketimbang tanaman pangan lokal. Apalagi tanaman pangan impor kebanyakan dibudidayakan dengan menggunakan berbagai pembasmi hama, yang dalam jangka panjang tidak sehat untuk tubuh manusia.

Padahal, tanaman pangan lokal yang ditanam secara organik memiliki daya tahan alamiah pada berbagai hama, lebih sehat, serta memiliki nilai jual tinggi bila diekspor.

Joseph, bersama seorang warga Jepang yang datang bersamanya ke Manokwari, akan menerbitkan hasil ekspedisi mereka di Tanah Papua ini, termasuk Papua Nugini, di Jepang medio April 2018 mendatang.

Penduduk negara Matahari Terbit tersebut dikenal sangat suka tanaman pangan eksotis organik. Harga buah di sana pun sangat mahal.

Joseph mengisahkan ada buah besar di Papua Nugini yang di dalamnya berisikan biji-bijian besar seperti kacang. Pengusaha Jepang datang langsung untuk membeli buah tersebut, untuk disajikan di restoran-restoran bintang lima di Negeri Sakura itu.

Jadi, bukan tidak mungkin ada tanaman pangan lokal serupa di Tanah Papua yang, selain bisa memenuhi kebutuhan pangan lokal tanpa perlu bergantung pada pasokan dari luar daerah bahkan luar negeri, tapi juga meningkatkan perekonomian para petaninya.

Jadi, ada berapa tanaman pangan lokal di Papua Barat yang Anda ketahui?

Saya hanya tahu dua. Pertama: Sayur Lilin yang ditunjukkan Joseph pada saya di lobby sebuah hotel di Manokwari, dan buah merah yang belum pernah saya lihat langsung fisiknya.

Oh ya, atas saran Joseph dan petunjuknya, saya merebus Sayur Lilin dan memakannya. Seperti yang dikatakan Joseph, rasanya “Uenakkkk tenan.”

Saya pun jadi ingin mencoba tanaman pangan lokal lainnya.(dixie)