Polisi Diminta Tidak Pakai Mobil Patroli

Salah satu tokoh agama menyampaikan gagasan dalam sesi tanya jawab dialog lintas agama di Kaimana, Kamis (7/12).
Salah satu tokoh agama menyampaikan gagasan dalam sesi tanya jawab dialog lintas agama di Kaimana, Kamis (7/12).

Kegigihan polisi memberantas berbagai penyakit masyarakat, termasuk minuman keras, dapat apresiasi masyarakat Kaimana. Untuk itu, agar bisa mendapatkan hasil lebih optimal, polisi diminta tidak menggunakan kendaraan dinas saat melakukan patroli.

“Kami apresiasi kepolisian yang selalu melakukan patroli tiap malam. Tapi kami usul agar patroli tersebut tidak menggunakan kendaraan dinas kepolisian, karena lampunya memberi peringatan dan kesempatan kepada para pemabuk untuk bersembunyi sebelum patroli tiba. Kalau bisa yang digunakan adalah motor atau mobil pribadi,” usul salah satu tokoh agama kepada Kompol Langgia, Wakapolres Kaimana.

Usul ini terlontar dalam Dialog Lintas Agama dan Kerjasama di Bidang Kerukunan Nasional, Regional dan Internasional, di Kaimana Beach Hotel, Kamis (7/12).

Dia juga mengatakan persoalan orang mabuk di Kaimana harus diberantas dari akar masalahnya, yaitu tempat-tempat penjualan dan produksi miras.

Tokoh agama lainya, Pdt. Alfred Idilis meminta tempat-tempat seperti café sebaiknya ditutup, karena akan berdampak buruk terhadap generasi muda Kaimana ke depan.

“Dalam firman Tuhan, yang namanya prostitusi adalah dosa. Apalagi saat ini posisinya berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat. Ini jelas akan sangat merusak bukan hanya untuk orang tua tetapi juga generasi muda, tuturnya.

Tokoh agama juga meminta kepolisian untuk mengamankan hari raya Natal dan Tahun baru yang tinggal menghitung hari. Bila perlu polisi mengeluarkan surat larangan penggunaan knalpot racing dan penjualan petasan.

“Kami minta kalau bisa polisi membuat larangan penggunaan petasan di minggu-minggu tenang hingga perayaan Natal dan Tahun Baru, ahar tidak mengganggu proses ibadah yang dilakukan di gereja-gereja,” tegas Pdt. Yanti Yahukubun.(cpk2)