Pukul Siswi Dengan Selang, Oknum Guru SMP YPK 2 Dipolisikan

Lebam di kaki kiri seorang siswi SMP YPK 2 akibat dipukul oknum guru MMM dengan selang.
Lebam di kaki kiri seorang siswi SMP YPK 2 akibat dipukul oknum guru MMM dengan selang.

Seorang oknum guru SMP YPK 2 berinisial MMM dilaporkan ke Polsek Kota oleh Mayor Laut (E) Tirta Dewadharu, karena memukul anaknya dengan selang, sebut saja Krisan (14), di ruang kelas, Senin (13/11).

Krisan saat diwawancara mengaku dia dipukul oleh oknum guru itu bersama 10 teman lainnya. Alasannya? Mereka tidak ikut Pramuka pada Sabtu (11/11) lalu.

“Pak Guru tadi tanya siapa-siapa yang tak ikut Pramuka hari Sabtu lalu. Saya dan teman-teman lalu di suruh maju ke depan kelas. Lalu Pak Guru pukul dengan selang,” tuturnya.

Saat sampai di rumah, orang tua Krisan melihat lebam di kaki kiri putrinya itu. Sang Ayah lalu meminta putrinya menceritakan apa yang terjadi.

“Ini bukan tindakan teguran, tapi penganiayaan yang berlebihan,” ujar orang tua Krisan yang adalah Kabeng Navigasi dan Komunikasi Fasharkan TNI AL itu.

Dia berharap dengan laporan itu, ada efek jera dari oknum guru yang bersangkutan. Dia pun meminta kepada orang tua murid yang lain untuk ikut melaporkan kejadian tersebut agar tidak terulang lagi.

Pantauan papuakini.co, korban diantar orang tuanya ke Polsek untuk membuat LP dengan Nomor LP : / 331/XI/ 2017 /Papua Barat/Sek Mnukwar.

Setelah mendengarkan keterangan korban, anggota Polsek dengan menggunakan mobil patroli, langsung mencari keberadaan terlapor.(njo)

  • faidil

    Alaaahhh manja baru segitu dah lapor polisi makanya generasi sekarang rusak generasi otak micin, sy dulu di pukuli sampe gk bisa jalan karna gk disiplin alhasil sekarang sy wk manajemen dari salah satu perusahaan. Makanya guru2 sekarang kwalitas menurun anak2 sekarang juga belagu karna guru udh gk punya kuasa untuk mendisiplinkan anak murid seperti dulu. Karna anak2 bandel memang harus dipukul untuk menimbulkan rasa takut pada guru dimana ada rasa takut pada guru timbul rasa patuh kepada guru. Dulu sy lebih takut pada guru dari pada dimarahin oleh org tua sy. Karna rasa takut itu pula sy jd rajin kesekolah tepat waktu, rajin kerjakan PR, karna apa? Karna sy takut sama rotan yg dibawa oleh guru. Dan itu efektif untuk anak yg tergolong bandel seperti sy. Sy rasa uu perlindungan anak harus memperkecil skala dimana dalam tempat pendidikan apapun yg terjadi itu kuasa guru dan tanggung jawab guru mendidik anak tsb, selama tdk cacat dan mati tdk perlu sampe lapor polisi. Seandainya itu anak sy, sy tambah lg 1 pukulan. Karna guru tdk mungkin memukul anak yg rajin dan baik pasti ada sebab maka dia mendapat akibat.
    Guru itu yg harus ada uu perlindungan guru dari orang2 tua bodoh yg memanjakan anak dengan ini itu sehingga ank tersebut bandel dan ketika dipukuli oleh guru anak tersebut mengadu pada org tuanya dan org tuanya dengan bodoh tanpa menanyakan sebab hanya melihat akibat melaporkan guru tersebut ke polisi atas tindak penganiayaan. Pikirlah anda dulu di didik juga dipukul pake rotan kalo bandel kalo anak dipukul guru sudah pasti anak anda bermasalah berikan kuasa pada guru agar anak anda tdk hancur seperti generasi sekarang yg kita lihat, generasi OTAK MICIN.