Sekkab Kaimana: Minta Pindah, CPNS Akan Diberhentikan

Sekkab Kaimana, Rita Teurupun, S.Sos, saat memberikan SK Bupati secara simbolis ke perwakilan CPNS.

104 CPNS yang baru saja menerima SK Bupati Kaimana diingatkan untuk tidak menggunakannya sebagai batu loncatan untuk pindah ke tempat lain.

“Jangan sampai saudara-saudari jadikan SK CPNS ini sebagai batu loncatan, karena banyak orang di Kaimana yang antre untuk menjadi CPNS namun belum seberuntung kalian. Oleh sebab itu, saya tidak mau dengar ada yang kasih usulan untuk pindah tugas. Kalau ada yang seperti itu, langsung diberhentikan dengan hormat,” ujar Sekretaris Kabupaten Kaimana, Rita Teurupun SSos di ruang serbaguna Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Kaimana.

Di hadapan beberapa pimpinan SKPD terkait yang hadir, Sekkab langsung menginstruksikan CPNS yang telah menerima SK Bupati untuk segera ke tempat tugas masing-masing.

“Kalian semua harus memberikan contoh yang baik pada petugas lain di kampung. Berikanlah yang terbaik untuk anak-anak dan masyarakat kami yang ada di kampung. Dengan begitu, ke depan nanti ada anak-anak dari kampung yang tampil dan bersaing dengan mereka yang ada di kota,” tuturnya.

Selain itu, Sekkab juga memberikan tugas kepada semua CPNS, khususnya para Guru Gugus Depan (GGD), untuk mempersiapkan empat orang anak dari tiap kampung untuk mengikuti lomba Cerdas Cermat di tingkat Kabupaten Kaimana beberapa waktu mendatang.

“Sejauh apapun tempat tugas anda, jadikanlah tempat tugas itu sedekat mungkin dengan Kaimana. Sejauh apapun cinta kasih yang ditinggalkan di kota anda masing-masing, yakinlah doa akan selalu ada bersama saudara-saudari di tempat tugas. Bertugas dengan baik demi menciptakan SDM anak-anak kami di kampung jadi berkualitas,” pesannya.

CPNS yang menerima SK Bupati Kaimana kali ini berasal dari PTT Kementrian Kesehatan sebanyak 69 orang, terdiri dari dua dokter umum, satu dokter gigi, dan 66 bidan trampil.

Selanjutnya, Guru Gugus Depan dari Kementerian Pendidikan Nasional 27 orang, D1 Sekolah Tinggi Akuntansi empat orang, dan Tenaga Harian Lepas atau Tenaga Bantu Penyuluhan Pertanian empat orang.

Sebagian dari mereka berasal dari luar Kaimana. Mereka sebelumnya mengikuti tes melalui kementerian, dan dinyatakan lulus sehingga ditempatkan di berbagai daerah diseluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Kaimana.(cpk3/dixie)