Ibu Anak Pecandu Lem Curhat ke Menteri Yembise

Ibu Markus mengisahkan kecanduan lem anaknya dalam dialog interaktif Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Suasana Yembise, dengan anak-anak korban penyalahgunaan Napza dan BNN Papua Barat, Senin (2/10).

Dialog interaktif Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Suasana Yembise, dengan anak-anak korban penyalahgunaan Napza dan BNN Papua Barat, diwarnai curhat anak remaja asal Manokwari, Markus bersama ibunya terkait kecanduan kecanduan aroma lem.

Ibu Markus, yang anaknya biasa dipanggil Marko, mengisahan anaknya mulai terlilit penghirupan aroma lem sejak 2016 lalu.

“Sejak saat itu, saya tidak sanggup, karena keterbatasan saya sebagai penjual pinang,” kenang Ibu Markus.

Sang Ibu juga mengisahkan dia kerap harus ke luar masuk sel menemani Marko. “Jujur saya malu. Ini cobaan berat, tapi saya bersyukur atas semua ini, apalagi karena ada pemulihan dalam diri Markus saat ini,” ucapnya.

Menurut single parent itu, Markus pernah ditangani oleh dua orang dokter dan mendapat rehabilitasi. “Anak-anak tidak cukup untuk diperhatikan semata, tetapi lebih dari pada itu harus ditangani dokter dan direhabilitasi dengan obat,” tandasnya.(jjm)