Warga ManSel Paling Cepat Melahirkan di Usia Muda, Maybrat Paling Dewasa di Perkawinan

Kaum perempuan Manokwari Selatan (ManSel) terdata sebagai yang paling cepat melahirkan di kelompok umur 15-19 tahun.

Ini terlihat dalam data Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur atau Age Specific Fertility Rate (ASFR) usia 15-19 tahun.

“Berdasarkan Susenas 2015, Kabupaten Mansel menjadi yang tertinggi angka kelahiran umur 15-19,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN PB, Drs. Benyamin Lado, melalui Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera, dr. Mauliwaty Bulo kepada papuakini.co di Manokwari, Selasa, (26/9).

Menurut wanita kelahiran NTT, 9 Februari 1980 itu, tingginya angka ASFR itu menunjukkan kurangnya pembinaan remaja.

“Makin banyak remaja melahirkan di usia begitu, maka akan makin banyak balita yang dilahirkan. Untuk itu kita harus lakukan program intervensi ke remaja dan balita,” jelasnya.

Data juga menunjukkan jumlah anak dalam satu keluarga atau Total Fertility Rate (TFR) tertinggi ada di Raja Ampat.

Sementara itu, warga Maybrat terdata sebagai yang paling dewasa dalam segi usia untuk membina rumah tangga. Warga Kabupaten itu menunjukkan angka tertinggi, 21,73, terkait Usia Kawin pertama. Sebaliknya, angka terendah ada di Kabupaten Pegunungan Arfak dengan 18,91.

“Untuk UKP kita berharap semakin tinggi. Karena jika rendah, maka kita harus intervensi remaja supaya menikahnya direncanakan. Jangan menikah karena terpaksa atau karena kecelakaaan,” tutur dokter asal Toraja itu.

TRI BINA

Terkait itu, BKKBN melakukan berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga. Salah satunya melalui Tri Bina.

Menurutnya, banyak warag masih beranggapan bahwa program Keluarga Berencana (KB) adalah hanya membatasi anak. Padahal, KB merupakan bagian dari Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

“Bila program KB ditolak karena dianggap mengatur jumlah anak, BKKBN bisa intervensi ke pembangunan keluarganya, meningkatkan kualitas manusianya,” katanya.

Program itu adalah Tri Bina yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orang tua dan anggota keluarga lainnya, dalam membina tumbuh kembang, baik secara fisik, motorik, kecerdasan emosional, dan sosial ekonomi dengan sebaik-baiknya pada balita dan anak remaja.

“Tri Bina itu terdiri dari bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan bina keluarga lansia,” tandasnya.(jjm)