Jokowi: KIP Jangan Buat Beli Pulsa, PKH Jangan Beli Rokok

Presiden Jokowi dalam penyerahan KIP dan PKH di Salatiga, Jateng, Senin (25/9). (foto: ist/Biro Setpres.)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) harus digunakan sesuai peruntukannya.

“(Dana KIP) Bisa untuk beli pulsa? Untuk beli pulsa tidak boleh. Kalau dibelikan pulsa, kartunya dicabut,” ucap Presiden dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah, Senin (25/9).

Dalam kunjungan kerja itu Presiden membagikan 675 KIP pada pelajar dan 1.500 kartu PKH pada masyarakat Salatiga di SMA Negeri 3 Salatiga, Kelurahan Sidorejo, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah.

Penyerahan KIP dan PKH secara simbolis oleh presiden Jokowi.(foto: ist/Biro Setpres.)

Bantuan KIP tiap pelajar adalah Rp450 ribu per tahun untuk SD, Rp750 ribu untuk SMP, dan Rp1 juta untuk SMA atau SMK.

Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, menjelaskan bahwa dana bantuan yang diterima dari KIP digunakan hanya untuk keperluan sekolah, seperti membeli buku, tas, sepatu, seragam sekolah.

Untuk PKH pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp1.890.000 bagi tiap penerima. Dana total yang tersedia dalam kartu PKH itu dapat diambil sebanyak empat kali melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah.

Presiden mengatakan bahwa bantuan PKH tersebut digunakan untuk keperluan pendidikan dan gizi keluarga.

“Di dalam PKH ada anggaran Rp1.890.000. Itu dipakai untuk pendidikan anak, keperluan gizi anak-anak. Ingat tidak boleh untuk membeli rokok,” ujar Presiden saat memberikan sambutan.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

(***/dixie)