Buka Sidang Klasis XII GKI Maybrat, Gubernur Ingatkan Komitmen Bangun Indonesia

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dalam pembukaan Sidang Klasis XII GKI Maybrat, di lapangan Ella, Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (22/9).

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh komponen masyarakat di Papua Barat untuk komit membangun Indonesia, membangun tanah Papua, terlebih khusus membangun Kabupaten Maybrat.

Hal itu sesuai dengan visi dan misi Gubernur Papua Barat periode 2017 -2022, yakni membangun dengan hati, mempersatukan dengan kasih menuju Papua Barat yang relijius, aman, damai, maju, mandiri dan sejahtera.

“Dalam pelaksanaan roda pemerintah kita semua membutuhkan para pemimpin maupun umat yang takut akan Tuhan. Kalau kita takut Tuhan, berarti kita pun akan bekerja dengan setia dan jujur di Tanah Papua ini, terlebih khusus di Provinsi Papua Barat,” pesan Gubernur.

Ini dikatakan Gubernur dalam pembukaan Sidang Klasis XII GKI Maybrat, di lapangan Ella, Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (22/9)

Gubernur juga mengingatkan membangun suatu daerah atau karakter seseorang tidak segampang membalikkan telapak tangan. Oleh sebab itu setia maupun jujur adalah modal utama menuju kesuksesan.

Gubernur lalu menyatakan pertarungan dalam Pilkada telah selesai. Sebagai Gubernur, dirinya adalah milik seluruh masyarakat Provinsi Papua Barat. Begitu pula dengan bupati serta wakil bupati Maybrat adalah milik seluruh masyarakat Kabupaten Maybrat.

Gubernur kemudian mengungkapkan, sejak 4 bulan memimpin Provinsi Papua Barat, ada banyak hal yang perlu dibenahi dan dievaluasi, terutama di bidang pemerintahan, dengan harapan sistem pemerintahan dapat berjalan dengan aman dan baik.

Selain itu, selama ini Gubernur menerima banyak proposal proposal dari masyarakat dan umat. Sebagai abdi pemerintah dan masyarakat, Gubernur akan memilah bantuan untuk masyarakat.

“Dengan demikian apa yang menjadi kewenangan provinsi akan dijawab oleh provinsi, dan apa yang menjadi kewenangan kabupaten/kota akan dikoordinasikan untuk diselesaikan oleh bupati/walikota.

Terkait Sidang Klasis XII GKI Maybrat 21-23 September 2017, Pemerintah Provinsi Papua Barat akan memberikan bantuan Rp200 juta. Sesuai aturan, gubernur, walikota/bupati tidak dapat memberikan bantuan secara tunai kepada masyarakat. Bantuan itu akan ditransfer ke rekening panitia, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Sementara itu, Bupati Maybrat Drs Bernard Sagrim MM dalam sambutannya mengatakan, sejarah membuktikan peran Gereja dalam merintis pembangunan manusia di tanah Papua.

Bupati Maybrat, Bernard Sagrim.

“Gereja dan pemerintah harus sinergis bersama umat dengan saling kerjasama mewujudkan pembangunan yang lebih baik,” tutur Bupati.

Bupati lalu mengingatkan jika bangsa Israel, melalui Nabi Musa, diberikan 10 hukum Tuhan sebagai pedoman bagi manusia, maka di Maybrat Tuhan memberikan empat hukum melalui hambanya, Pendeta Ruben Rumbiak pada 1 Oktober 1951.

“Yaitu pelihara kesatuan, kerendahan hati, serta kasih dan kehormatan kepada Tuhan dan semua umat manusia. Berkat tuhan akan terjadi selama turun temurun bagi kehidupan orang Maybrat. Empat hukum ini diperkuat dengan motto Kabupaten Maybrat, yakni satu hati dan satu pikiran,” jelas Bupati.

Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, Naomi N. Howay, SKM, M.Kes mengatakan Sidang Klasis ini ini bertujuan, antara lain, mendengar dan menerima laporan pertanggungjawaban Badan Pekerja Klasis GKI Maybrat 2012-2017, serta memilih dan menetapkan Badan Pekerja Klasis GKI Maybrat 2017-2022.(cpk1/dixie)