Wirausaha Jadi Solusi Pengentasan Pengangguran dan Kemiskinan

Mahasiswa tidak sekadar berfikir ketika lulus harus mencari pekerjaan sebagai pegawai negeri atau pegawai swasta. Sebaliknya, mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan, mengubah paradigma mencari pekerjaan ke membuka lapangan pekerjaan, atau setidaknya bekerja untuk diri sendiri atau menjadi wirausaha.

Hal ini diungkapkan, Lillyani Margaretha Orisu, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Unipa saat dikonfirmasi papuakini.co di sela-sela pelatihan dan pembinaan kewirausahaan mahasiswa Fekon penerima bidik misi di Aula Fekon Unipa, Sabtu (16/9).

Kata dia, wirausaha menjadi salah satu solusi mengurangi angka pengangguran di suatu daerah. Untuk itulah, di Fakultas Ekonomi ada mata kuliah wirausaha dan setiap tahunnya ada ada kegiatan wirausaha.

“Dengan bekal pengetahuan dan pelatihan, diharapkan mereka lulus nanti bisa menjadi wirausahawan, atau bahkan meluas sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” ujarnya.

Lillyani Margaretha Orisu

Selain wirausaha,  solusi bagi pemerintah yang tak kalah pentingnya bagi upaya pengentasan angka pengangguran adalah kerjasama dengan lembaga luar pemerintah atau perusahaan swasta, yang selain memberikan beasiswa perlu juga membentuk ikatan dinas. Agar, ketika lulus,  perusahaan yang dimaksud bisa langsung merekrut mereka.

“Ini tidak banyak, tapi dapat mengurangi angka tersebut. Seperti kerjasama dengan perbankan atau perusahaan lainnya,” ungkapnya.

Selain Itu, ada program magang. Jika kerjasama yang baik berlangsung, maka pada saat magang, mahasiswa yang bersangkutan bisa ditempatkan di perusahaan yang berkairan di bidangnya.

Rony Martin

Selain pengangguran, beasiswa bidik misi juga menjadi salah satu program pemerintah yang sangat mulia, karena anak yang orangtuanya berekonomi lemah tetap bisa menguliahkan anak mereka hingga selesai.

“Meski tidak besar, tapi ini menjadi solusi,” ungkapnya, lalu mencontohkan beberapa lulusan Fekon yang sukses di bidang wirausaha seperti Ibrahim yang kini mempunyai toko di Numfor, dan Kumala, pemilik toko kerajinan tangan Papua di Jln. Merdeka.

“Mereka ini merupakan jeblosan dari program wirausaha mandiri Unipa yang  pada awalnya mengajukan proposal usaha, diberi pelatihan dan diberikan bantuan usaha tapi sistemnya dikembalikan. Ada banyak mahasiswa yang sukses di bidang ini,” tambahnya.

Terpisah, Rony Martin dosen yang menjadi ketua panitia pelatihan dan pembinaan wirausaha bagi mahasiswa Fekon penerima bidik misi menyatakan, ini dilakukan untuk memotivasi mahasiwa untuk bisa menciptakan peluang usaha, menciptakan sumber daya manusia yang kreatif, agar selesai studi memiliki jiwa usaha yang dibekali dengan pengetahuan wirausaha.

Panitia mendatangkan Mama Ester Kereway, wanita paruh baya pemilik Mansinam ART, usaha kerajinan tangan Papua yang sudah menjelajah nasional dan internasional.

“Kami gelar dua hari kegiatan ini. Nanti juga akan kita gelar kegiatan lanjutannya di Pasir Putih pada 23 September mendatang, dengan menampilkan contoh usaha yang direncanakan bagi setiap kelompok.(njo)