196 Putra/Putri Tanah Papua Prioritas CPNS 60 Kementerian/Lembaga

Pemerintah memberi prioritas kursi khusus pada 196 putra/putri Tanah Papua dalam penerimaan CPNS tahun 2017 Periode II di 60 kementerian/lembaga (K/L).

Selain putra-putri Tanah Papua, prioritas juga diberikan pada putra/putri lulusan terbaik (cum laude/dengan pujian) sebanyak 1.850 orang, dan penyandang disabilitas sebanyak 166 orang.

Demikian dinyatakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/9).

Menurutnya, ada 17.428 lowongan/formasi CPNS untuk K/L di putaran kedua ini. Selain K/L, lowongan juga dibuka untuk CPNS Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Ada 500 posisi di Kalimantan Utara yang merupakan provinsi pemekaran yang masih sangat kekurangan PNS itu.

Penerimaan CPNS 2017 kali ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pegawai pada jabatan-jabatan strategis (core business) sebagai pengganti PNS yang pensiun, serta karena adanya peningkatan beban kerja pada 60 K/L itu.

Seperti pendaftaran sebelumnya, calon pelamar hanya dapat mendaftar pada satu instansi dan memilih satu jabatan.

“Bagi pelamar yang sudah mendaftar pada penerimaan putaran pertama (Kementerian Hukum dan HAM dan Mahkamah Agung) diperbolehkan mendaftar kembali dengan menggunakan account SSCN yang telah dibuat sebelumnya,” tegas Asman seperti dilansir detikfinance.

Asman meminta pendaftar pada penerimaan putaran pertama yang sudah dinyatakan lulus/final untuk tidak mendaftar lagi dalam penerimaan putaran kedua.

Informasi resmi terkait persyaratan pendaftaran dan jadwal dapat diakses mulai 5 September 2017 mulai pukul 23.00 WIB (6 September 2017 01.00 WIT di Tanah Papua, red) di Situs Kementerian PANRB www.menpan.go.id, situs BKN: https://sscn.bkn.go.id, serta situs K/L yang bersangkutan.

Asman lalu mengingatkan masyarakat/calon pelamar, termasuk orang tua pelamar, untuk tidak mempercayai bila ada orang/pihak-pihak tertentu (calo) yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahapan seleksi, dengan keharusan menyediakan sejumlah uang atau imbalan lainnya.

“Waspadai adanya penipuan. Jangan terkecoh dengan iming-iming oknum yang mengaku bisa membantu. Tidak ada orang yang bisa membantu meluluskan CPNS,” tegas Asman.(***)