62 Warga Distrik Windesi Kesulitan Terima Bantuan PKH

Tak lengkapnya identitas diri 62 warga Kampung Yop, Sombokoro, Sandei, Wamesa Tengah dan Windesi di Distrik (Kecamatan) Windesi, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, membuat mereka belum bisa menerima bantuan Program Keluarga Harapan yang disalurkan Bank Mandiri.

Hal ini terungkap saat tim Bank Mandiri Manokwari bersama Dinas Sosial mendatangi distrik yang harus ditempuh dengan motor laut sekira 4 jam dari Wasior, ibukota Teluk Wondama, Sabtu-Minggu (12-13/8).

Sesuai data di Kampung Yop ada 21 keluarga yang belum bisa menerima bantuan, 18 di Sandey, 13 dari 42 di Wamesa Tengah, 7 dari 29 di Somboroko, dan 3 dari 15 di Windesi.

Masyarakat Kampung Windesi, Kabupaten Teluk Wondama, foto bersama tim Bank Mandiri usai penyerahan bantuan PKH di Windesi, Minggu (13/8).

Kepala Cabang Bank Mandiri Manokwari, Wahyu Irdjayanto, menyatakan dia dan tim kerja dan pendamping PKH distrik banyak menemukan kendala data identitas penerima.

“Nama penerima ada, tapi identitas diri KTP dan Kartu Keluarga tak ada. Dengan berat hati, sesuai aturan, untuk mereka belum bisa kami salurkan,” jelasnya di Windesi.

Walau begitu, warga yang berhak tak perlu khawatir karena bantuan PKH tetap bisa diambil saat identitas diri mereka sudah ada.

“Kami tunggu di Wasior pada Senin (14/8) dengan identitas diri lengkap. Penerimaan bantuan tak boleh diwakili,” pesannya.

Irdjayanto kemudian mengatakan sangat bangga bisa menyalurkan dana hingga ke pelosok dan kepulauan Teluk Wondama.

“Ini juga merupakan tanggungjawab dan komitmen kami dalam mendukung pemerintah RI dalam mensejahterakan rakyat. Ini komitmen pelayanan kami pada masyarakat. Ke daerah terpencil sekalipun, melayani di tepi bibir pantai, di pohon tumbang, tak jadi masalah asal masyarakat sejahtera,” tutur Irdjayanto.

Suasana penyerahan dan pengurusan administrasi bantuan PKH di Kampung Sandey (atas) dan Kampung Yop (bawah).

Sementara itu sejumlah warga di lima kampung itu, Anike Imburi (warga Yop), Yanike Karubuy (warga Sandei), Ismail Munuari (Kepala Kampung Sombokoro ), Aleda Kaikatui (warga Wamesa Tengah) dan Agustina Marani (warga Windesi), secara terpisah senada menyatakan ke papuakini.co bahwa mereka sudah mengurus KTP dan Kartu Keluarga sejak tahun lalu.

“Kami sudah urus eKTP karena Dinas Capil datang. Sudah 1 tahun lebih ini mereka lakukan rekam mata, isi biodata untuk KK tapi sampai saat ini mereka belum kasih ke kami. Anak kami mau sekolah juga kesulitan karena butuh KK,” tutur mereka.

Mereka mengaku sudah mendatangi kantor capil sekira tiga bulan lalu, tapi hasilnya nihil dengan alasan mesin rusak.

“Minggu lalu kami datang lagi mereka bilang mesin masih masih rusak. Ya kami ini mau bagaimana,” ungkap mereka, pasrah.(asa)