Eratnya Kebersamaan TNI dan Masyarakat Dalam TMMD 98

Personil Kodim 1703/Manokwari berbaur dengan masyarakat membuat jalan di Kampung Muturi, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, sebagai bagian dari TMMD regular ke-98.(foto: ist)

TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) reguler ke-98 Kodim 1703/Manokwari di Kampung Muturi, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni berlangsung sangat kekeluargaan hingga dapat apresiasi masyarakat.

Bukan saja para lelaki yang turut membantu melakukan pengerjaan jalan rabat sepanjang 500 meter, ibu-ibu turut berkontribusi dalam kegiatan bakti TNI ini.

Begitu juga dengan beberapa pekerjaan lainnya seperti pengecoran lapangan volly dan lapangan upacara untuk sekolah dasar setempat, pembangunan MCK dan baik air.

Dapur umum oleh mama-mama Papua bersama TNI.

Ini terlihat dalam pemaparan multimedia Dandim 1703/Manokwari Letkol Inf Andy Parulian Simanjuntak pada para pekerja pers di aula Makodim 1703/Manokwari, Selasa (18/4).

Dalam pemaparan antara lain terlihat selama pelaksanaan TMMD,  dapur umum untuk makanan para prajurit disiapkan di dapur umum kampung tersebut. Ibu-ibu membantu personil TNI untuk menyiapkan masakan. Peralatannya sederhana, termasuk pemakaian kayu bakar.

“Kita punya alat masak lengkap. Namun, kebersamaan itu lebih penting. Saya ingin sekecil apapun kegiatan TNI dalam TMMD tersebut bernilai lebih untuk masyarakat, dan bisa lebih mendekatkan TNI dengan masyarakat,” ujar Dandim.

Sejauh ini kata Parulian,  prospek pelaksanaan TMMD bervariasi, namun totalnya untuk pembangunan fisik sudah 60 persen.

Dandim 1703/Manokwari Letkol Inf Andy Parulian Simanjuntak dalam pertemuan dengan pekerja pers di aula Makodim, Selasa (18/4).

“Pembangunan fisik yang kita lakukan adalah jalan Rabat sepanjang 500 meter, pengecoran lapangan volly dan lapangan upacara, pembangunan MCK dan baik penampung air,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Parulian, ada juga kegiatan TMMD non fisik. Meski tidak ada pendanaan dalam program non fisik, namun kegiatan itu, kata Parulian, wajib dan harus mereka lakukan.

“Kita juga gelar penyuluhan Kamtibmas, kesehatan, pengobatan massal dan bina rohani dan mental,” paparnya.

Selain itu, satu hal yang ditekankan dan dilakukan prajurit selama ini di sana adalah tempat beristirahat.

“Saya minta agar anggota tidak tidur di Koramil. Kereka harus berbaur dengan masyarakat. Sehingga selama di sana mereka tidur di rumah warga,” ungkapnya.(Enjo)