Warga Perbatasan Papua Serahkan Senjata Mesin Berat ke Satgas Pamtas Yonif 122/TS

Satgas Pamtas Yonif 122/TS bersama Senjata Mesin Berat Browning Kaliber 50 yang diserahkan warga binaan. (foto: ist)

Optimalisasi bidang pembinaan teritorial dan intelejen Satgas Pamtas Yonif 122/Tombak Sakti kembali membuahkan hasil gemilang.

Ini terjadi menyusul penyerahan secara sukarela satu pucuk Senjata Mesin Berat (SMB), jenis Browning Machine Gun kaliber 50 mm dengan nomor registrasi U.S. 712912 produksi Amerika Serikat, oleh warga masyarakat daerah binaan.

Keberhasilan prajurit-prajurit dari negeri Sisingamangaraja XXII ini didapat melalui  pendekatan dan hubungan baik yang telah dijalin selama ini dengan masyarakat daerah binaan.

Menurut Perwira Seksi Intelejen Satgas, Kapten Inf Aris malam ini, dia sudah lama dapat informasi ada warga masyarakat di daerah binaan  yang menyimpan Senjata Mesin Berat, yang saat itu belum diketahui jenisnya.

“Atas petunjuk dan perintah Dansatgas Letkol Infanteri Sigit Sugiharto, saya bersama Perwira Teritorial Satgas Lettu Inf Joni Winarno segera bergegas mengkoordinasikan dengan Danpos Muaratami, Lettu Inf Marasi Gobel Sinaga,” tutur Aris pada pekerja pers.

“Berhari-hari kami telah mengerahkan segala daya dan upaya untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat di daerah binaan, di sektor penugasan Satgas Pamtas Yonif 122/TS. Akhirnya dari hubungan baik dan pendekatan yang telah kami lakukan selama ini, dapat membuahkan hasil yang sangat memuaskan,” ucap Lettu Inf Sinaga.

Proses penyerahan senjata dilakukan salah seorang warga binaan pos pada malam hari itu pukul 18.45 WIT.

“Saya sangat hormat kepada bapak-bapak TNI di pos yang selalu datang dan mau berbagi di kampung saya. Makanya saya serahkan senjata ini kepada bapak-bapak TNI di pos,” ucap warga binaan itu yang minta identitasnya tak disebutkan itu.

“Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya pada seluruh anggota saya, yang telah berhasil menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya di akhir-akhir masa penugasannya, ” tutur Dansatgas Letkol Infanteri Sigit Sugiharto, yang juga alumnus Akademi Militer tahun 2000 itu.

Pantauan selama ini menunjukkan rekam jejak Satgas Pamtas Yonif 122/Tombak Sakti di Bumi Cenderawasih sangat baik. Mereka meraih berbagai prestasi gemilang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di perbatasan RI dan Papua Nugini.

Sepanjang masa penugasannya di sektor utara Papua, mereka terbilang sukses dalam membangun dan mewarnai hati masyarakat perbatasan.

Prestasi itu, antara lain, penerangan listrik kawasan pedalaman di Kampung Kibay, pembuatan pasar darurat di perbatasan yang pernah dilahap si jago merah, penanaman 6000 pohon di perbatasan, bantuan perbaikan gizi dan pemeriksaan kesehatan gratis, dan pengobatan massal.

Mereka juga membangun gereja, membangun pondok pengajian Al Qur’an, meningkatkan minat membaca anak-anak perbatasan melalui perpustakaan keliling, memberikan edukasi dan membagi buku pada anak-anak di perbatasan.

Aksi yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat itu menarik simpati hati masyarakat perbatasan dengan kegiatan-kegiatan heroik, seperti pengibaran Bendera Merah Putih raksasa di puncak Gunung Pawa, dan pengibaran 1945 Bendera Merah Putih di dua distrik di wilayah Jayapura.

Bahkan beberapa Menteri Negara RI seperti Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Ryamizard Riyacudu berkesempatan hadir dalam menyaksikan ikrar bela negara, yang pelaksanaannya  pernah diprakarsai oleh batalyon dari Pematang Siantar, Medan ini.

Sebelumnya, mereka juga telah sukses dalam menyelenggarakan  pembekalan wawasan kebangsaan kepada anak sekolah dan anak jalanan di perbatasan.

Hal ini merupakan bukti jelas bahwa Satgas Pamtas Yonif 122/Tombak Sakti patut diacungi jempol, karena kiprahnya dalam mewarnai dan mengamankan perbatasan banyak menorehkan hasil yang gemilang.

Dalam bidang hukum, Satgas ini pernah ikut andil dan mendapat apresiasi yang sangat positif dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kala itu mereka menunjuk langsung perwira hukumnya, Lettu Chk Wira Hariyono, SH untuk terjun langsung bersama Lembaga Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak, untuk mensosialisasikan program perlindungan anak yang berbasis masyarakat di perbatasan.

Peran aktifnya dengan salah satu lembaga kementerian negara kala itu, bertujuan untuk memberikan perlindungan hak setiap anak dan perempuan dari tindak kekerasan dan diskriminasi, serta memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal, baik mental dan fisik dari lingkungan sosial yang ada.(***)