Kapolda: Kenapa Kaca Spion Mobil Kecil, Kaca Depan Besar?

Kapolda PB Brigjen Martuani Sormin Siregar bersama Danlantamal XIV Sorong Laksamana Pertama SS Panjaitan di Sorong, Sabtu (12/2).

Ajak Tim Sukses Jadi Es Penyejuk

SORONG — “Kenapa kaca spion mobil kecil, kaca depan besar?”

Pertanyaan itu diajukan Kapolda PB, Brigjen Martuani Sormin Siregar dalam Silaturahmi Kapolda PB dengan dengan Paslon Pilkada se Papua Barat, Tim Sukses dan Partai Pendukung jelang Pencoblosan Pilkada 2017, di Swiss Belhotel Sorong, Sabtu (11/2).

“Karena kaca spion untuk melihat ke belakang, kaca depan menatap masa depan. Lupakan masa lalu, susun masa depan cerah,” jelas Kapolda.

Pernyataan ini dilontarkan Kapolda menjawab pertanyaan salah satu peserta tatap muka terkait pengamanan Pilkada di PB, termasuk Maybrat yang Rawan 1 se Indonesia.

Para pasangan calon dalam silaturahmi bersama Kapolda PB di Sorong, Sabtu (12/2).

Kapolda juga menegaskan kehadirannya di Maybrat mulai Minggu (12/2) besok sebetulnya berlebihan. Tapi itu menunjukkan keseriusan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus komitmen Polri untuk membantu warga Maybrat agar damai dan aman.

“Kehadiran kami di Maybrat itu seperti es yang mendinginkan, yang menyejukkan. Begitu juga tim sukses, jadilah penyejuk.¬†Mari kita sama-sana, seperti kata Pak Gubernur, balikkan predikat Rawan 1 jadi Aman 1. Saya yakin kita semua bisa,” tutur Kapolda.

Pejabat Gubernur PB, Drs Eko Subowo MBA, dalam silaturahmi di Sorong, Sabtu (12/2).

Kapolda yang pernah bertugas di Aceh selama tujuh tahun itu menegaskan, pelaku-pelaku perusakan rumah dan pemotongan tangan di Maybrat akan dilepaskan dari tahanan polisi setelah ada penyelesaian adat usai Pemilu.

“Kita bisa lakukan penyelidikan sampai siapa di balik para pelaku tersebut,” ingat Kapolda yang juga pernah bertugas di Palembang, lalu mengatakan kita boleh lepas dari hukum dunia, tapi tidak dari hukum Tuhan.

Kapolda menegaskan sudah menyampaikan hal itu pada dua pasangan calon yang bertarung di Pilgub Maybrat. “Saya tidak main-main,” tegas Kapolda.

Masih terkait pengamanan, Kapolda menyatakan Danlantamal XIV sudah siapkan kapal untuk mengangkut pasukan ke Sorong Selatan agar mempermudah gerak pasukan.

Selain itu, Kapolda mengingatkan bahwa unjuk rasa itu sah dan boleh dilakukan sesuai aturan, tapi unjuk rasa di masa tenang sama sekali tidak diperbolehkan.

Tatap muka ini turut dihadiri, antara lain, Pejabat Gubernur Papua Barat Drs Eko Subowo MBA, Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau, Danlantamal XIV Sorong Laksamana Pertama SS Panjaitan, Kabinda Abdul Haris Nasution, dan Ketua KPU PB, Amus Atkana.(dixie)