Pilkada Maybrat Ujian Pangdam Kasuari

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau, saat akan menaiki pesawat Susi Air ke Maybrat, Kamis (9/2).
Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau, saat akan menaiki pesawat Susi Air ke Maybrat, Kamis (9/2).

KUMERKEK — Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau, menyatakan Pilkada di Papua Barat, termasuk Pilkada Maybrat, merupakan ujian baginya.

“Ini ujian bagi saya. Ujian bagi Papua Barat. Jika (pikada) ini mulus, maka akan membuka jalan baik bagi muda-mudi Papua,” ujar Pangdam di hadapan ratusan warga Kabupaten Maybrat yang memenuhi ruang pertemuan DPRD Maybrat, Kamis (9/2) pagi.

Pangdam menyatakan, dirinya dan Kapolda PB, Brigjen Drs Martuani Sormin Siregar MSi, bertemu dengan KSAD dan Kapolri pekan lalu. “Saya terkejut saat melihat data bahwa Pilkada di Papua Barat paling rawan. Lebih terkejut lagi saat melihat yang paling rawan itu ada di Maybrat,” tutur ayah tiga putri dan satu putra yang menyatakan kakak tertuanya menikah dengan wanita Maybrat.

Untuk itu, Pangdam mengingatkan bahwa dalam Pilkada hanya akan ada satu pemenang, berapa pun sedikit atau banyak selisih suaranya.

Kalau pun ada hal-hal yang dirasa mengganjal, maka sudah ada mekanisme yang disediakan. “Gunakan mekanisme itu,” tutur Pangdam, yang berkunjung ke Maybrat bersama Pejabat Gubernur Papua Barat, Drs Eko Subowo MBA, Ketua KPU PB Amus Atkana, dan Ketua MRPB Vitalis Yumte.

Pangdam kemudian mencontohkan Pilpres Amerika Serikat baru-baruini, di mana favorit pemenang Hillary Clinton kalah dari Donald Trump. Saat tahu dirinya kalah, Hillary langsung memberi selamat pada Trump.

Sebelum menyampaikan hal tersebut, Pangdam membuka penyampaiannya dengan memberi sekilas tentang siapa dirinya. Bagaimana dia menjadi komandan detasemen pertama di Papua, dan bahwa dia terbiasa dikirim ke daerah-daerah rawan di Indonesia.

Pangdam lalu mengingatkan soal kebiasaan minum minuman keras yang dinilainya sangat merusak warga Papua. Dia menegaskan tidak pernah minum minuman keras sampai sekarang. Kebiasaan minum minuman keras merupakan kebiasaan buruk yang membuat banyak warga Papua Barat terpuruk.(dixie)