Ini Misi DOAMU Majukan Papua Barat

DoaMu dalam kampanye terakhir di Manokwari, 7 Februari lalu.

MANOKWARI — Papua Barat yang terdiri dari gunung dan pulau menjadikan penduduknya tersebar diberbagai wilayah. Dalam penyebaran itu, masih terdapat berbagai masalah seperti kesenjangan ekonomi, di mana tingkat ekonomi lemah 27,73 persen dan pengangguran 7,49 persen dari 871.510 penduduk Papua Barat.

“Ini adalah realitanya. Berpijak dari inilah, kita akan komitmen untuk menuntaskannya. Maka dari itu, kita tetapkan tiga poin untuk misi kita, yakni mewujudkan Papua Barat yang aman, sejahtera dan bermartabat,” ujar Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat nomor urut 1, Dominggus Mandacan dan Muhammad Lakotani dalam kampanye akbar di Lapangan Borarsi, Selasa (7/2).

DoaMu menegaskan keamanan penting untuk menciptakan kehidupan yang rukun, damai, saling menghargai dan menghormati semua suku, ras dan agama. “Untuk misi ini, kami bisa jamin itu,” ungkapnya.

Untuk misi kesejahteraan, Mandacan bersama pasangannya, Lakotani, akan memperhatikan kehidupan masyarakat baik primer maupun sekunder, meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan, untuk mengatasi dua kesenjangan yang disebutkan sebelumnya.

Untuk misi bermartabat, mereka berkomitmen akan menciptakan aparatur pemerintahan yang bersih, berwibawa, bebas dari korupsi, koalisi dan nepotisme (KKN), serta meningkatkan nilai agama, adat dan budaya.

“Berikan tanggungjawab pada kami, maka kami akan beri jaminan keamanan itu. Tidak usah ragu dengan kami. Kami akan buktikan,” ujarnya, lalu menekankan DoaMu akan menjamin kedaulatan NKRI.

Sementara itu, Muhammad Lakotani meminta rakyat untuk memilih pemimpin yang punya hati, mau mengurus rakyat, dan tentunya yang punya bukti kerja. Bukan pemimpin yang janji tapi berujung menyusahkan rakyat.

Untuk mewujudkan misi mereka juga, Lakotani mengatakan dana Otsus untuk Papua Barat hanya akan diterima oleh Provinsi sebesar 10 persen, sedangkan 90 persennya akan diserahkan pada Kabupaten Kota di Papua Barat.

Hal ini, menurutnya, menjadi komitmen mereka berdua setelah mengetahui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Papua Barat berada pada rengking ke dua dari bawah.

“Ingat, kedaulatan itu ada pada kita. Itulah yang dikehendaki. Perubahan yang akan kami wujudkam ada pada tangan rakyat. Oleh sebab itu jangan salah pilih,” tegasnya dengan lantang. (Enjo)