Akses Masuk Pulau Mansiman Disegel

Upah Petugas Kebersihan Belum Jelas


MANOKWARI — Pembayaran upah kerja petugas kebersihan situs pekabaran injil pulau Mansinam Oktober-Desember 2016 dan Januari-Februari 2017 belum jelas.

Hal ini memicu protes keras 200-an petugas kebersihan yang terdiri dari 7 kelompok dalam bentuk aksi penyegelan. Akses jalan masuk ke pulau yang melalui pelabuhan, rusun dan kantor Badan Pengelola Situs Pekabaran Injil pun disegel.

“Aksi ini kami lakukan supaya ada perhatian pemerintah, segera membayar hak kami. Pembayaran harus dilakukan sekaligus, jangan bertahap,” kata salah seorang ketua kelompok Musa Rumbarar.

Kata Musa, aksi petugas kebersihan ini tidak akan menghambat perayaan HUT PI pada 5 Februari mendatang. “Masyarakat sangat antusias dengan perayaan ini. Kami dukung penuh, tidak mungkin kami halangi,” ujar dia.

Pembentukan Badan Pengelola situs ini ditetapkan melalui SK Gubernur Papua Barat pada 2015. Meski demikian, tujuh kelompok petugas kebersihan ini baru dibentuk Juni 2016.

“Upah kerja yang dibayarkan per kepala Rp500 ribu. Memasuki pertengahan Juli 2016, upah dibayarkan Rp600 ribu, Agustus-September dibayar Rp960 ribu,” ungkap Musa.

Menurut Musa, tiap kelompok kerja terdiri dari 25-30 orang petugas. Ada perempuan dan laki-laki. Masyarakat pulau Mansinam menaruh harapan pada pekerjaan ini bisa membantu kesejahteraan keluarga.

“Selama ini tidak ada penjelasan resmi dari Badan Pengelola situs kepada kami soal upah kerja. Kami resah dan terpaksa buat aksi ini,” tutur Ketua RT 03 Pulau Mansinam ini didampingi sejumlah rekannya.

Musa berujar, upah kerja petugas harusnya tidak jadi masalah karena Badan Pengelola situs ini dibentuk berdasarkan SK gubernur.

“Kami tahu saja tiap bulan terima upah. Kami tidak tahu Badan Pengelola ini berada dibawah SKPD apa. Pembayaran sebelumnya dilakukan oleh Bendahara, Pak Marthen Erari yang datang langsung ke sini (Pulau Mansinam, red),” tandasnya.(***)