Usia dan Jarak Sulitkan Pendidikan di Wondama

Wakil Bupati Teluk Wondama, Drs Paulus Indubri

WONDAMA — Usia anak usia sekolah dan jarak dari sekolah dasar menjadi salah satu kendala utama pengembangan pendidikan di Teluk Wondama.

Ini terutama terjadi pada daerah yang letaknya terpencil dan bahkan harus ditempuh dengan helikopter, atau berjalan kaki selama seminggu. Contohnya kampung Oya, Undurara, dan Yawowe.

Di Undurara, misalnya, hanya ada satu SD. Itu pun hanya untuk kelas 1, 2, dan 3. Untuk kelas selanjutnya, 4, 5, dan 6, siswa harus pindah ke Naikere.

“Sangat sulit bagi anak usia 8 tahun untuk berpisah dengan orang tuanya untuk melanjutkan sekolah ke kelas 4 dan seterusnya di Naikere,” ujar Wakil Bupati Teluk Wondama, Drs Paulus Indubri.

Walau demikian, Pemkab Teluk Wondama terus berupaya mengatasi masalah ini secara bertahap, walau diakui membangun sekolah di pedalaman butuh ketekunan dan kerja keras ekstra.

Untunglah, di Undurara tak ada masalah guru, karena ara guru yang dikirim ke sana tinggal di kampung itu. “Semua guru yang kami tempatkan di pedalaman dapat perlakuan khusus dari Pemkab,” tuturnya.

Dia juga menyatakan pemerintah terus mongontrol pendidikan di pedalaman dan kawasan pesisir pulau-pulau.(asa)