Bupati Wondama: DPA Bukan Rahasia

Semua Staf Harus Tahu DPA

Jangan Bikin Program Asal Bupati-Wabup-Sekda Senang

TRANSPARANSI: Bupati Teluk Wondama, Drs. Bernadus A. Imburi, usai memberi arahan pada para pejabat baru.

WONDAMA — Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) harus diketahui seluruh bidang, bagian, dan staf tiap SKPD. Dengan demikian semua pegawai SKPD tahu apa isi DPA dan paham apa yang harus dikerjakan.

“DPA bukan lagi rahasia, bukan milik kepala dinas dan bendahara atau sekretaris saja” ingat Bupati Teluk Wondama, Drs. Bernadus A. Imburi, dalam serah terima jabatan pejabat pratama dan administrasi di gedung Sasana Karya, Jumat (20/1).

“Saya ingatkan kepala SKPD wajib memperbanyak DPA. Bagikan ke setiap kepala bagian sehingga seluruh staf tahu isi DPA itu. Kalau staf tidak lihat DPA, bagaimana mereka mau kerja? Apa yang mau dikerjakan?” ungkapnya.

Bupati juga mengingatkan para pegawai untuk tidak membawa pulang pekerjaan kantor untuk dikerjakan di rumah.

“Ada info staf bawa pulang pekerjaan di rumah, sehingga staf lain tidak tahu karena tidak libatkan. Saya ingatkan tidak boleh lagi seperti itu. Jangan lagi ada yang seperti itu. Kerjakan pekerjaan kantor pada tempatnya, sebab di rumah masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” tegasnya.

Terkait itu, Bupati mengingatkan juga tiga disiplin yang dikemukakannya bersama Wakil Bupati Dr. Paulus Induberi, di awal pemerintahan mereka 29 Januari 2016 lalu, yaitu disiplin diri, disiplin uang dan disiplin waktu.

“Uang itu jangan hanya diketahui oleh bendahara dan kepala SKPD. Seluruh staf harus diberitahu uang itu untuk apa dan bagaimana penggunaannya,” tuturnya.

EVALUASI

Pada para pejabat yang dilantik 13 Januari lalu itu, Bupati juga mengingatkan evaluasi kinerja yang akan dilakukannya bersama Wakil Bupati Dr. Paulus Induberi. “Setelah enam bulan bekerja, saya dan wakil bupati akan memeriksa pekerjaan setiap SKPD. Apakah sudah sesuai amanah yang diberikan, benar dijalankan, atau sama saja?” ungkapnya.

Bupati menegaskan program yang disusun harus berpatokan pada visi dan misi Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, yakni Wondama Emas alias Elok, Maju, Aman dan Sejahtera.

“Jangan buat program asal-asalan. Apalagi asal bupati dan wakil bupati senang atau sekda senang. Bukan itu. Visi dan misi ini untuk masyarakat Teluk Wondama, kita kerja untuk masyarakat Teluk Wondama, bukan untuk bupati dan wakil bupati” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan para kepala SKPD untuk jalin kerja sama dengan setiap staf. “Jangan bikin diri bos. Saya adalah kamu dan kamu adalah saya. Mari kita sama-sama kerja keras untuk masyarakat Wondama,” ajaknya.(asa)