Mangga dan Papan Nama, Kenangan Buat Atururi

MANOKWARI — 13 tahun memimpin Provinsi Papua Barat, yang awalnya Irian Jaya Barat, Abraham Oktavianus Atururi, meninggalkan banyak kesan dan pesan pada seluruh masyarakat dan pejabat di daerah ini.

Kesan dan pesan itu sudah tercipta sejak dia bersama tim 315 (Tim Pemekaran Provinsi Papua Barat) memperjuangkan Papua Barat untuk menjadi provinsi yang terpisah dari Provinsi Papua.
Origenes Ijie, salah satu yang masuk dalam Tim 315 bercerita tentang kesan dan pesan tentang sosok Abraham Atururi.

Dia mengisahkan, Kantor Gubernur Papus Barat yang berdiri megah saat ini. Dikatakan, pada di loby ada tiang pilar utama. Di situ dahulunya berdiri pohon mangga.

Saat itu, jam 8 malam, dia bersama Gubernur Atururi, Ishak Mandacan dan beberapa orang lainnya berkumpul di situ.

Di bawah pohon mangga itu Atururi berkata kepadanya, “Origenes, suatu saat kau akan menjadi pimpinan. Ingat, buatlah perencanaan di malam hari agar kamu bisa melihat, mana sisi yang terang dan mana sisi yang gelap,” ungkapnya meniru perkataan Atururi.

Lain halnya pesan dan kesan dari pensiunan yang dibawakan oleh mantan Sekda Papua Barat, G.C Auparay. Kala itu, dia bersama Atururi bertemu di hotel Arfak di Jln Brawijaya. Atururi menanyakan perihal belum ada kantor untuk Provinsi Papua Barat, pasca keputusan presiden tentang pembentukan provinsi tersebut.

“Saya saat itu langsung melapor ke Bupati Manokwari yang kala itu Bupatinya,l Dominggus Mandacan. Setelah saya berkoordinasi, maka ruangan saya digunakan untuk ruangan Gubernur Papua Barat. Bahkan, papan nama di atas meja beliau ditulis tangan oleh istri saya,” ujarnya.

Kesan juga disampaikan oleh Sekda Papua Barat, Nathaniel D Mandacan yang mewakili birokrasi. Dalam kesempatan itu, Nathaniel mengungkapkan satu hal penting, bahwasanya jabatan dia sebagai Sekda saat ini bisa ada karena Gubernur Atururi.(***)