Astaga, Perampokan dan Penyekapan Pagi Buta di Reremi Puncak

{"total_effects_actions":0,"total_draw_time":0,"layers_used":0,"effects_tried":0,"total_draw_actions":0,"total_editor_actions":{"border":0,"frame":0,"mask":0,"lensflare":0,"clipart":0,"text":0,"square_fit":0,"shape_mask":0,"callout":0},"effects_applied":0,"uid":"AD11376C-4B30-4E72-81A0-B880E1723E98_1484530562013","width":720,"photos_added":0,"total_effects_time":0,"tools_used":{"tilt_shift":0,"resize":1,"adjust":0,"curves":0,"motion":0,"perspective":0,"clone":0,"crop":0,"enhance":0,"selection":0,"free_crop":0,"flip_rotate":0,"shape_crop":0,"stretch":0},"origin":"gallery","height":539,"subsource":"done_button","total_editor_time":12,"brushes_used":0}

 

Ibrahim, salah satu korban

MANOKWARI — Waspada. Aksi kriminal bisa terjadi kapan saja, bahkan di pagi buta sekalipun. Ini terjadi dalam aksi penyekapan dan perampokan di sebuah ruko yang sedang dibangun di Reremi Puncak di kawasan Martabak Bangka Senin (16/10) pagi tadi.

Menurut pengakuan Dede dan Ismail, dua dari enam orang asal Jawa di ruko itu, mereka jadi korban pemukulan oleh dua dari tiga pelaku tersebut. Satu pelakunya menunggu di luar dengan motor.

“Mereka datang sekira pukul 6.00. Kami rata-rata masih tidur. Mereka bawa kapak dan besi ulir. Dua orang masuk ke ruko, 1 berjaga di luar,” terang mereka.

Dede mengaku sempat dipukul di bagian mata di kiri dan ditinju di pipi kiri. Ibrahim agak parah karena dipukuk beberapa kali di bagian mata kiri dan dahinya dan pelipis kiri.

Para pelaku mengambil mesin pemotong besi, mesin las listrik, dan delapan ponsel berbagai merek.

“Kalau tak bawa kapak, saya layani. Tapi bawa kapak saya keder juga,” ujar Ibrahim.

Menurut Dede sebelumnya juga ada aksi pencurian mesin kompresor di sebuah bengkel depan ruko dan ruko lain di sebelah ruko yang sedang mereka kerjakan.(***)