2016, Manokwari Bebas Uang Palsu

Kepla Perwakilan Bank Indonesia di Papua Barat, Agus Hartanto, menjawab pertanyaan pekerja pers usai sosialisasi Penerbitan dan Pengedaran Uang Rupiah Tahun Emisi 2016, di Mansinam Room, Swiss Belhotel Manokwari, Rabu (11/1).

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Papua Barat, Agus Hartanto, menjawab pertanyaan pekerja pers usai sosialisasi Penerbitan dan Pengedaran Uang Rupiah Tahun Emisi 2016, di Mansinam Room, Swiss Belhotel Manokwari, Rabu (11/1).

MANOKWARI – Provinsi Papua Barat bebas kasus uang palsu selama 2016. “2016 tak ada uang palsu. Mudah mudahan bisa kita cegah terus,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Papua Barat, Agus Hartanto, kepada pekerja pers, usai sosialisasi Penerbitan dan Pengedaran Uang Rupiah Tahun Emisi 2016, di Mansinam Room, Swiss Belhotel Manokwari, Rabu (11/1).

Kerjasama semua pihak terkait, serta pemahaman masyarakat tentang ciri-ciri dan keamanan uang Rupiah jadi salah satu kunci tidak adanya peredaran uang palsu di 2016 itu.

Apalagi, Bank Indonesia sudah meluncurkan uang Rupiah tahun emisi 2016 per 19 Desember lalu. Ciri dan fitur-fitur pengaman canggih uang Rupiah tahun emisi 2016 itu yang disosialisasikan pada kalangan perbankan dan penegak hukum, serta pekerja pers.

Saat ini sudah sekira tujuh (7) miliar Rupiah uang emisi 2016 dalam seluruh pecahan yang terdistribusi di Papua Barat. BI akan terus mendistribusikan uang baru tersebut di provinsi ini. “Kami sudah meminta perbankan untuk membantu menyebarkannya,” jelasnya, lalu mengatakan sebaran itu saat paling banyak ada di Manokwari.

Dia juga mengatakan selama ini belum ada kabar penolakan uang emisi tahun 2016 oleh pelaku usaha, khususnya sektor kecil dan menengah. Itu mengindikasikan masyarakat sudah tahu adanya pencetakan dan peredaran uang emisi 2016 tersebut.

Terkait berbagai berita tak benar soal uang rupiah tahun emisi 2016, termasuk soal penggunaan foto para pahlawan nasional di tujuh uang kertas dan empat uang logam baru, Agus menegaskan penggunaannya atas persetujuan para ahli waris pahlawan-pahlawan nasional itu.

“Saya imbau masyarakat jangan percaya begitu saja berita-berita yang beredar di media sosial. Bila ada hal yang mengganjal, bisa ditanyakan langsung ke Bank Indonesia Kantor Perwakilan Papua Barat,” tandasnya.(***)