Wondama Banjir, Warga Trauma, Minta Pemerintah Proaktif

Banjir bandang yang melanda Wasior Oktober 2010 lalu.
Banjir bandang yang melanda Wasior Oktober 2010 lalu.(istimewa)

WONDAMA — Hujan yang turun hampir setiap hari, baik di pagi, siang, dan malam, membuat warga Wondama, terutama yang berdomisili di distrik Wasior, Rasiei dan Wondiboy was-was.

Mereka trauma dengan banjir yang melanda Wondama 4 Oktober 2010 silam, yang menelan korban ratusan jiwa.
Apalagi, hujan deras yang mengguyur seantero kota Wasior kurang lebih satu pekan ini sudah mengakibatkan banjir, walau hanya di dua titik.

Pantauan Papua Kini sore tadi, banjir yang membawa material pasir dan patahan kayu kecil itu sempat menembus beberapa rumah di wilayah kampung Iryati dan pusat kota Wasior kompleks Masabuay.

Piter Sarumi, warga Iryati, kepada Papua Kini mengatakan, banjir terjadi sekitar jam 19:00 sampai jam 22:00 WIT, Rabu (14/12) lalu.

“Hujan tiga hari. Mulai hari Minggu sampai hari Selasa membuat air meluap, masuk ke dalam rumah. Bukan hanya air, tapi ada pasir, batu-batu kecil dan patahan kayu kecil. Air setinggi betis kaki orang dewasa,” ujar Sarumi, Kamis (15/12).

Asya, warga Masabuay pemilik warnet yang tinggalnya dekat jembatan, mengaku sangat resah dengan kondisi seperti ini. Dia berharap ada tindakan proaktif instansi terkait.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Piter. Menurutnya, banjir yang datang tiba-tiba itu membuat dia tak sempat menyelamatkan barang-barangnya.

“Bapak punya beras, kasur terendam semua. Karena bapak selama¬† ini tidur alas di lantai saja. Sampai saat ini belum ada pengumuman siaga bencana atau informasi apa dari pemerintah kami belum tahu. Kami berharap pemerintah perhatikan kami,” harap Piter.(asa)