PLN WP2B Cocokkan Data Desa Sudah dan Belum Berlistrik

(Kiri ke kanan) Kepala Divisi Pengembangan PLN Regional Maluku Papua, Hot Maua Bakara, Kepala Distamben PB, John Tulus, dan Manajer Perencanaan PLN WP2B, Supardi Limbong dalam rekonsiliasi data desa yang belum dialiri listrik PLN di Swiss Belhotel Manokwari, Rabu (14/12) Foto: © PLN WP2B
(Kiri ke kanan) Kepala Divisi Pengembangan PLN Regional Maluku Papua, Hot Maua Bakara, Kepala Distamben PB, John Tulus, dan Manajer Perencanaan PLN WP2B, Supardi Limbong dalam rekonsiliasi data desa yang belum dialiri listrik PLN di Swiss Belhotel Manokwari, Rabu (14/12)
Foto: © PLN WP2B

 

MANOKWARI — Sebagai upaya memenuhi target melistriki sekira 2500 desa di Papua dan Papua Barat, PLN Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B) menggelar Rekonsiliasi Data untuk Provinsi Papua Barat.

Rekonsiliasi di Swiss Belhotel Manokwari, Rabu (14/12) ini dihadiri perwakilan seluruh kabupaten/kota di PB, termasuk Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Tamben) PB, John Tulus. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa untuk wilayah Papua, yang digelar di Jayapura beberapa waktu lalu.

Logo PLN
Logo PLN

“Melalui rekonsiliasi data ini kita akan mendapatkan data valid, atau mendekati valid dari desa yang belum dilistriki”, ujar Manajer Perencanaan PLN WP2B Supardi Limbong, dalam siaran pers PLN WP2B yang diterima Papua Kini, Rabu (14/12) malam.

Rekonsiliasi itu juga untuk mencocokkan data PLN WP2B dengan data yang dibawa masing-masing perwakilan pemerintah kabupaten/kota di Papua Barat. Selain rekonsiliasi, para peserta juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD), terkait penyamaan data desa/kampung yang belum berlistrik itu, sesuai program Papua Terang 2020, yang merupakan bagian dari program Indonesia Terang pemerintah RI.

Dalam program Papua Terang 2020 tersebut, PLN WP2B memiliki visi melistriki desa-desa di Papua dan Papua Barat, sehingga ratio eletrifikasi mencapai 90%. Data saat ini menunjukkan ada 2.114 desa di Papua dan 262 desa di Papua Barat yang belum dialiri listrik PLN.

 

[yop_poll id=”4″]

 

“Dalam melistriki desa, hal utama adalah masalah transportasi. Kita akan memprioritaskan desa atau kampung yang dapat dijangkau terlebih dahulu,” tutur Kepala Divisi Pengembangan Regional Maluku Papua Hot Maua Bakara.

Sementara itu, Kadis Tamben PB, John Tulus, mengingatkan para peserta pertemuan untuk memberikan data akurat. “Kebutuhan listrik saat ini tidak hanya ada di kota saja, namun listrik juga dibutuhkan oleh masyarakat-masyarakat di desa/kampung yang jauh dari kota. Saya harapkan pertemuan kali ini membuahkan hasil yang baik untuk pembangunan kelistrikan di Papua Barat,” tegas Tulus.

Rekonsiliasi data ini akan terus dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan data pasti. Rekonsiliasi ini diharapkan dapat membangun koordinasi baik antara pemerintah setempat dengan PLN dalam melakukan pembangunan kelistrikan.(***)