Mesin Rekaman e-KTP Ngadat, Warga Takut Tak Bisa Memilih di Pilgub

WONDAMA — Warga Sararti, Distrik Naikere, Kabupaten Teluk Wondama, mengeluhkan pembuatan e-KTP. Sampai saat ini Disdukcapil belum bisa melakukan perekaman e-KTP, padahal menjelang pilgub ini e-KTP sangatlah penting.

Samurai Tarmesa, Kepala Kampung Sararti, Distrik Naikere, Teluk Wondama.
Samurai Tarmesa, Kepala Kampung Sararti, Distrik Naikere, Teluk Wondama.

“Kami hanya dapat surat keterangan KTP. Sampai sekarang mesin rekaman gangguan jadi tidak bisa rekam data. Petugas di kantor capil katakan seperti itu, tetapi kami ini dapat informasi kalau tidak memiliki e-KTP, kami tidak bisa memilih di pemilihan gubernur dan wakil gubernur nanti. Kami harus memilih makanya kami ini turun jauh-jauh dari Sararti untuk urus e-KTP saja,” tutur Yohanes Pesuru, Kamis (8/12).
Sararti merupakan salah satu daerah terpencil di Teluk Wondama. Kampung itu jaraknya sekira empat jam perjalanan dengan naik truk atau kendaraan 4-wheel drive. Belum ada transportasi publik ke sana.
Warga biasanya menumpang truk perusahaan pembuat jalan. Dari mata jalan, mereka harus jalan kaki sekira 5 km lagi untuk sampai di kampung Sararti.
Menurut Pesuru, dulu pernah ada petugas Disdukcapil yang melakukan pendataan dan membuat e-KTP serta kartu keluarga. Namun, kata Pesuru, data yang dimuat dalam e-KTP dan juga kartu keluarga itu banyak yang salah. Mereka mengambil langkah untuk mengurus sendiri.
“Salah-salah. Ada yang nama lain. Kami punya tahun lahir tidak sesuai dengan kami punya umur sekarang. Tempat lahir juga sembarang-sembarang saja. Kami tidak mau, makanya kami urus sendiri saja, karena kami anggap mereka itu kerja sembarang-saja saja,” sembur Pesuru.
Kepala Dinas Dukcapil Teluk Wondama belum berhasil dihubungi untuk dimintai pernyataannya soal ini.(solfi)