BEI: Waspadai Investasi Bodong, Belum Ada Target di Papua Barat

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Hosea Nicky Hogan.

MANOKWARI – Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Hosea Nicky Hogan, mengingatkan warga untuk mewaspadai investasi bodong. Investasi itu bisa terlihat dari iming-iming pemberian keuntungan yang tidak logis. Hal ini diungkapkannya pada media massa usai pembukaan kantor perwakilan BEI Manokwari, Kamis (8/12).
Terkait kantor baru itu, Hosea menyatakan belum ada target khusus lembaga itu di Papua Barat.
“Kita lebih ke arah sosialisasi. Sosialisasi kan butuh waktu tidak sedikit. Kita ingin lebih banyak warga paham apa itu pasar saham,” ujarnya, menjawab Papua Kini, Kamis (8/12).
Untuk itu, BEI akan sangat aktif mensosialisasikan hal ini. Salah satunya kerjasama dengan perguruan tinggi di Papua Barat, dan menggelar berbagai seminar.
Sementara itu, ada banyak contoh investasi bodong di Indonesia. Salah satuya yang paling gres adalah Pandawa Group yang ada di bawah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) KSP Pandawa Mandiri Group. Lembaga ini justru menghimpun dana masyarakat untuk investasi dengan iming-iming bunga 10 persen per bulan.
Per pertengahan November lalu terhimpun dana Rp500 M dari sekira 1000 nasabah. Operasi Pandawa Group sudah dihentikan Otoritas Jasa Keuangan pada 23 November lalu.(***)